Rabu, 15 Desember 2010

Bahagia di Tengah Ujian

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Yakobus 1 : 2 – 4

Mungkin kita akan bertanya-tanya bagaimanakah kita bisa berbahagia kalau bisnis macet, bahkan sedang bangkrut, masalah  rumah  tangga yang pelik, mengalami sakit penyakit yg tak kunjung sembuh, atau anak-anak muda sedang  mengalami   putus   hubungan dengan pacar.
Dengan akal manusia sangat sulit bahkan tidak mungkin kita bisa berbahagia kalau keadaan kita seperti tersebut diatas, namun kita belajar dari rasul Yakobus yang memberikan tiga kunci untuk mengubah pencobaan   menjadi   berkemenangan.
      1. Sikap yang Optimis :
Memiliki sikap optimis adalah cara ampuh untuk mengubah pencobaan menjadi kemenangan , dunia ini bukanlah Taman Bermain, namun tempat pergumulan dengan pelbagai persoalan yang datang silih berganti, dan dunia ini tidak tepat bagi orang-orang yang mengharapkan segala sesuatu serba mudah. Ingat 12 pengintai Israel, dimana 10 orang pesimis dan 2 orang < Kaleb dan Yosua > yang optimis, akhirnya mereka menang karena ada dua orang yang optimis.
Orang optimis melihat kesempatan di dalam kesempitan, orang pesimis melihat kesempitan  di dalam kesempatan, dua memandang bunga mawar, orang pesimis melihat duri yang tajam mengitari bunga mawar, orang optimis melihat mawar indah walau ditengah duri , dengan kata lain sikap dan cara pandang kitalah  yang menentukan cara menyelesaikannya
  1. Pikiran yang Mengerti
Ayat diatas menyebutkan :..”ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun”. Orang yang beriman sejati harus tahu bahwa iman haruslah teruji. Kita sering bertanya-tanya mengapa ALLAH seringkali mengijinkan ujian dating kepada kita, kewtahuilah bahwa ALLAH tidak pernah mencobai kita  < Yakobus 1:13..apabila kamu dicobai janganlah ia berkata pencobaan inik datangnya dari ALLAH, sebab ALLAH tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan IA sendiri tidak pernah mencobai siapapun” >
Kita diuji agar nilai kita menjadi naik, namun jika baja dibuat menjadi tapal kuda maka harganya tidak semahal jarum menjahit dan tidak semahal arloji dan seterusnya, proses tersebut meningkatkan level kita, jadi kita harus mengerti persoalan yang dating kepada kita jika kita mengerti maka mintalah HIKMAT dari ALLAH
  1. Hati yang Percaya
Marilah kita menjaga Hati agar kita tidak meragukan kasih dan pemeliharaan ALLAH atas kita, sebab jika kita bimbang, kita jatuh kedalam dosa.
Dalam kehidupan ini  tidak jarang kita juga merasakan kebimbangan dan kekhawatiran. Khawatir = merimnao<Yunani> artinya  ditarik  dari  dua arah yakni kepada Pengharapan dan kepada Ketakutan yg membuat  kita  tercekik  tidak  bisa berbuat apa-apa. Yakinlah  bahwa  ALLAH  selalu beserta  kita   < Imanuel > 

Jesus  is  Lord

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar