Kamis, 02 Desember 2010

Fitnah

Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
 Imamat 19:16

Ada sebuah fabel ( kisah binatang ) dari bangsa Persia tentang seekor ayam betina, seekor tikus dan seekor kelinci yang hidup bersama di sebuah rumah kecil. Mereka hidup bahagia dan puas karena mereka saling membagi perkerjaan. Kelinci memasak makanan, Ayam mencari kayu bakar di hutan, Tikus mencari air dari sungai kecil. Masing-masing melakukan tugasnya dengan setia dan puas.
Tetapi suatu hari ketika ayam itu sedang pergi ke hutan mencari kayu bakar, seekor burung gagak yang suka mencampuri urusan bertanya kepadanya apa yang sedang dia kerjakan, ayam  memberitahu kalau sedang mencari kayu bakar, gagak itu menfitnah ayam betina bahwa pekerjaannya paling berat dan bahwa kelinci dan tikus memanfaatkannya. Meskipun ayam mencoba menepis kata-kata fitnah itu, namun kata-kata itu menghantui pikirannya. Ketika sampai dirumah dengan beban kayu bakar dipunggungnya, dia berkotek, “ Ternyata saya melakukan tugas yang paling berat. Kita harus tukar pekerjaan “ 
Kita tahu saat rasa ketidakpuasan itu cepat sekali menyebar. Dengan segera kelinci dan tikus pun merasakan bahwa pekerjaan merekalah yang paling berat. Mereka setuju bertukar pekerjaan : tikus memasak, kelinci mencari kayu bakar, dan ayam mencari air.
Ketika kelinci melompat-lompat ke hutan mencari kayu , seekor rubah membuntuti, menerkam dan memakannya, ayam sedang mengambil air dengan ember tetapi arus air begitu kuat menariknya sehingga tenggelam, tikus sedang duduk ditepi panci sop, kehilangan keseimbangan dan jatuh. Itulah  kisah fitnah yang bukan hanya kehilangan kebahagiaan tetapi juga nyawa mereka.
Janganlah mudah termakan fitnah, apalagi membuat dan menyebar fitnah

Jesus is Lord 
 
kunjungi //rdhkrikhoff.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar