Selasa, 08 Maret 2011
Kisah Vivien Thomas ( 1 Korintus 13:1-7 )
Demikianlah tinggal
ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih,
dan yang paling besar di
antaranya ialah kasih.
( 1 Korintus 13:13 )
Vivien Thomas adalah seorang pemuda berkulit hitam. Vivien
sesungguhnya berkeinginan menjadi dokter. Pada tahun 1930, ia berhenti dari
pekerjaan sebagai tukang kayu dan ia bekerja sebagai pembersih laboratorium.
Dalam laboratorium itu, ia sering membaca buku-buku kedokteran. Mungkin karena
pernah menjadi tukang kayu, vivien juga sangat terampil menggunakan alat bedah.
Ia kemudian direkrut menjadi asisten Dr.Alfred Blalock, kepala periset di
laboratorium itu. Ketika tahun 1947 Dr. Blalock pindah ke rumah sakit Johns Hopkins
University, Vivien pun
dibawa serta.
Di rumah sakit , mereka berdua berhasil menemukan metode dan
melakukan bedah jantung pada manusia untuk pertama kalinya.
Namun Vivien
mengalami diskriminasi. Pada masa itu rasisme masih sangat kental
Hanya karena berkulit hitam, Vivien diklasifikasikan sebagai
pekerja kelas tiga.
Vivien bukan hanya tidak dihargai, tetapi juga seolah tidak
diakui bahwa termasuk team Dr. Blalock. Namun setelah 40 tahun mengabdi, Vivien
Thomas kemudian dianugerahi doctor kehormatan oleh Johns Hopkins
University.
Dalam
banyak pengalaman, jika kita bekerja oleh pamrih memang acapkali menuai
kekecewaan sebab tidak selalu kebaikan
kita dihargai orang.
Alkitab mengajarkan ketulusan KASIH dalam bekerja atau
berkarya sebagai motif tertinggi.
Apakah dalam setiap kita berkarya , kita selalu mempertanyakan
ketulusan ?
Jesus is Lord
Kunjungi // rdkrikhoff.wordpress.com
Jumat, 04 Maret 2011
Setelah Dikeluarkan Dari Sekolah ( Roma 12:17-21)
Janganlah kamu kalah
terhadap kejahatan,
tetapi kalahkanlah
kejahatan dengan kebaikan !
Roma 12:21
Suatu hari seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan
bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya,
ibunya membaca kertas tersebut :
“ Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk
mengeluarkannya dari sekolah”
Sang ibu terhenyak
membaca surat
ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh :
“ Anak saya, Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan
mendidik dan mengajar dia “. Tommy tumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah
satu penemu terbesar didunia.
Thomas Alva Edison
menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten Amerika atas namanya, belum termasuk
paten yang di Inggeris, Perancis dan Jerman. Ia hanya bersekolah sekitar 3
bulan, dan secara fisik tuli, namun semuanya ini ternyata bukan penghalang
untuk teruas maju. Orang tuayang berada dibalik keberhasilan Edison
adalah ibunya Nancy Mattews Elliot. Ibunya tidak menyerah begitu saja dengan
pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Ia memutuskan untuk menjadi guru
pribadi bagi pendidikan Edison di rumah. Nancy telah menjadikan
putranya percaya bahwa dirinya berarti
Sebuah
keyakinan bahwa ALLAH memberikan anugerah yang baik dan sikap tidak meneyerah
pada keburukan yang terjadi adalah kunci sukses Nancy
membersarkan Edison. Perlakuan buruk pihak
sekolah dilawan dengan cara melakukan yang terbaik yang mungkin dikerjakan oleh
Nancy.
Apakah Anda yakin bila
kita mengalahkan kejahatan dengan kebaikan kita akan menuai berkat ?
Jesus is Lord
Kamis, 03 Maret 2011
FRANCIS JANE CROSBY ( 2 Kor 12:7-10 )
“Cukuplah kasih
karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam
kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
( 2 Kor 12:9 )
Francis Jane Crosby lahir normal pada 24 Maret 1820. Ketika
masih berusia enam minggu, ia menderita infeksi di matanya. Lalu ada seorang
yang mengaku-aku dokter yang mencoba-coba mengobati mata Fanny, begitulah nama
panggilannya.
Akibatnya mata Fanny justru menjadi buta. Namun Fanny mampu
menghafal kitab Taurat, Injil, Amsal, Kidung Agung dan Mazmur. Kemampuan menghafal
ini membuat orang lain terkagum-kagum. Fanny bersyukur sebab kebutaannya itu
malah membuat gampang untuk menghafal.
Fanny pernah berkata :.. ““ Kebutaan ini adalah hal terbaik yang
pernah terjadi pada diri saya. Apakah jika saya tidak buta, hidup saya bisa
seindah sekarang ini ?
Tampaknya ini memang berkat dari Tuhan, yaitu saya harus
buta seumur hidup.
Dan saya bersyukur untuk pengecualian ini. Seandainya besok
saya ditawari untuk bisa melihat dunia dengan sempurna, saya tidak
menerimanya.Saya mungkin tidak akan pernah bernyanyi memuji Tuhan, jika
tertarik pada penglihatan yang lebih indah dan menarik “” …..
Selama hidupnya, Fanny telah mengarang lebih dari 8.000
himne. Syair lagu-lagunya sungguh menjadi berkat bagi gereja sepanjang zaman.
Paulus bukanlah
seorang yang gagah perkasa tanpa kelemahan. Ia juga memiliki sakit yang tak
kunjung sembuh. Benarlah Firman Tuhan kepada Paulus, justru dalam kelemahanlah
kuasa Tuhan semakin nyata.
Kelemahan kita bisa
dipakai ALLAH untuk menyaksikan keagungan kasih-Nya
Jesus is Lord
Langganan:
Postingan (Atom)